Tidak lama berselang setelah pengumuman plan price iPhone kepada publik, kabar terbaru dari operator pemegang hak ekslusif dari Apple Inc. ini mendapatkan tambahan jatah 1 blok frekuensi 3G setelah proposal penawarannya diterima oleh Ditjen Postel Depkominfo. Dengan demikian kini Telkomsel memiliki frekuensi 3G total sebesar 10 GHz.

Akibat “keributan” beberapa waktu lalu antar pelanggan dan operator terkait masalah lambatnya akses data 3G yang ditawarkan para operator tidak sesuai dengan janji yang mereka gembar-gemborkan pada berbagai media massa. Hal ini memaksa pihak operator selaku penyedia layanan juga angkat bicara. Menurut mereka lambatnya koneksi disebabkan karena jaringan yang digunakan untuk akses data melalui 3G memang sudah penuh, bahkan salah satu operator mengaku terpaksa menggunakan sebagian jatah frekuensi yang digunakan untuk pelanggan Blackberry mereka (Lha kalau sudah penuh ngapain maksa jualan paket data??) dan mengeluhkan mahalnya harga frekuensi yang ditetapkan pemerintah yaitu sebesar 160 Miliar Rupiah untuk 1 blok frekuensi 3G.

Walaupun telah menyampaikan unek-unek nya, namun demikian para operator pemegang lisensi 3G ramai-ramai mengajukan proposal penambahan blok frekuensi 3G kepada pemerintah. Tapi sejauh ini baru Telkomsel yang proposalnya disetujui oleh Ditjen Postel Depkominfo untuk direkomendasikan kepada Departemen Keuangan. Hal ini dikarenakan hanya proposal yang ditawaran oleh Telkomsel yang memenuhi persyaratan dari pemerintah.

Menurut pandangan saya pribadi, sepertinya langkah ini terpaksa diambil Telkomsel agar bisa mengakomodasi pelanggan data yang sudah ada maupun pelanggan baru dari program iPhone, sehingga dapat mengurangi jumlah keluhan dari pelanggan yang ahirnya tidak membuat malu pihak Telkomsel dimata Apple karena buruknya kualitas layanan data yang mereka miliki.

Dengan tambahan pita frekuensi ini menurut Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno seperti dikutip dari DetikInet menyatakan siap memanfaatkan penambahan frekuensi tersebut untuk menggelar akses jaringan telekomunikasi generasi keempat (4G) melalui teknologi Long Term Evolution (LTE) untuk masyarakat perkotaan yang punya mobilitas tinggi, sedangkan WiMax akan dijadikan backhaul untuk akses pedesaan.

Share This Post
BlogLines del.icio.us Digg Facebook Google Google Reader Netscape reddit Technorati